Akhir-akhir ini, Tanah Air di hebohkan oleh sebagian orang bernama unik. Setelah gembar-gembor tentang warga Banyuwangi yang bernama Tuhan, terlihat juga 2 nama unik yang lain yakni Saiton -- terlebih dulu dimaksud Syaiton -- dan Rupiah. Dua orang terakhir ini yaitu warga Palembang, Sumatera Selatan.
Asal Muasal Warga Palembang Ini Di beri Nama Syaiton Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Palembang pernah menyanggah hadirnya warga bernama Saiton itu. Namun setelah dikilas balik, kenyataannya benar ada warga bernama itu.
Dalam Kartu Tanda Masyarakat (KTP), nama warga itu terdaftar Saiton. Terdazar sebagai warga di Perumahan Taman Mekarsari Blok D2 Desa Sugirawas, Kelurahan Talang Jambi, Kecamatan Sukarami Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).
Saiton lahir di Paldas Banyuasin, 10 Febuari 1976. Nama itu, kata dia, yaitu pemberian ke-2 orang tuanya, Cik Nang dan Saimubah.
Asal muasal dinamakan itu karena dari 12 saudaranya yang lahir, hanya dua orang yang bisa bertahan hidup. Sepuluh saudaranya hanya bisa hidup di usia 5-7 th.. Saat Saiton lahir, ke-2 orang tuanya pesimis apabila anak bungsunya ini akan bertahan hidup seperti ke-2 saudaranya.
" Apabila hidup semua, kami keluarga besar dengan 13 saudara. Namun rata-rata kakak saya meninggal dunia usia 5-7 th.. Saat saya lahir, orang tua saya berpikiran mustahil hidup. Kesempatan karena kesal anaknya meninggal dunia selalu, jadi saat saya hidup orang tua saya menduga saya tengah diganggu setan, " tutur Saiton
Asal Muasal Warga Palembang Ini Di beri Nama Syaiton " Karena itu, saya diberi nama Saiton. Orang tua saya mungkin saja sudah kepalang bingung ingin kasih nama apa, " lanjut dia.
Di usia 3 th., ungkap Saiton, dia pernah memprotes namanya itu. Sebab, namanya sering diolok-olok rekannya. Orang tuanya juga ubah namanya jadi Iskandar. Namun saat diganti, Saiton sakit-sakitan selama 3 th.. Walau sudah diobati dan disuntik, ia masih tidak bisa jalan dan bicara.
Orang tuanya juga khawatir dan beranggapan Saiton tidak akan berumur panjang seperti saudaranya yang lain. Saiton pada akhirnya dibawa ke orang pintar dan disarankan untuk kembalikan namanya seperti yang lalu.
" Setelah gunakan nama Saiton lagi, alhamdulillah saya sembuh dan hingga saat ini tidak ada penyakit yang kritis menimpa saya. Hingga usia saya 39 th., hanya saat usia 3 th. itu sayya rasakan disuntik. Apabila saat ini hanya sakit mudah saja, " tutur Saiton.
Di dalam KTP ataupun Surat Izin Mengemudi (SIM), Saiton terdaftar berprofesi sebagai guru dan sudah menyandang gelar pascasarjan
sumber : http://www.informasinews.com/
