Banyak anak banyak rezeki, itulah ungkapan yang sering kita dengar. Hal semacam itu menyatakan bila anak yang di amanahkan Allah pada kita yakni rezeki untuk orangtuanya. Namun mengapa banyak orang yang tetap susah rezekinya walaupun memiliki banyak anak? Karena rezeki Allah yang membagi, mungkin memanglah orang tuanya sendiri yang menghambat rezeki mereka sekeluarga.
Ciri-Ciri anak pembawa rezeki :
Berikut 9 Ciri - Ciri Anak Yang Membawa Rezeki Untuk Orang tuanya.. No. 4 Banyak Di Jumpai
1. Cinta pada Allah serta RasulNya
Anak yang menyukai Allah serta RasulNya berarti selalu menurut apa yang di perintahkan serta menjauhi laranganNya, tidak menyekutukanNya dengan apapun dan jadikan Rasulullah SAW sebagai teladannya. Mulai sejak awal anak ini sudah jadi anak yang mudah di arahkan menuju agama serta tidak keras hatinya. Kondisi itu terus menerus bertambah bersamaan bertambahnya umur anak itu. Mudah terima pelajaran agama. Anak-anak ini akan di limpahi rezeki yang bisa di berikan segera padanya atau lewat orang tuanya.
2. Gemari membaca Al Quran
Beruntunglah orang-tua yang memiliki anak yang menjadikan Al Quran sebagai bacaan wajibnya. Tidak pernah malas diminta ngaji. Bahkan juga ngaji jadi satu di antara kegemarannya. Dimudahkan menghafal surah-surah dalam Alquran.
3. Gemari berbuat amal saleh serta kebajikan
Anak ini lakukan kewajibannya sebagai hamba Allah sejak dari awal, seperti shalat, puasa, zakat serta memiliki akhlak yang baik. Anak yang membawa rezeki demikian mudah tergerak hatinya untuk lakukan amal saleh. Hatinya begitu peka pada lingkungan, mudah berbuat baik serta mudah di arahkan.
4. Berbakti pada orang tua
Anak yang menempatkan orangtuanya di atas segala-galanya. Paham begitu intinya manfaat orang tua untuk kehidupannya. Dia tak bakalan dapat membalas service orangtuanya. Bakti itu ditunjukkan dengan menghormatinya, mematuhi perintahnya, tidak menyakiti hatinya, serta selalu berbuat baik pada mereka. Bahkan juga apabila orangtuanya berbeda keyakinan/agama dengan dirinya juga tetaplah tak kurangi rasa hormat kepadanya.
5. Suka menuntut ilmu berguna.
Anak yang selalu haus pengetahuan yang berguna untuk dirinya, agama serta masyarakatnya. Dengan hasrat sendiri dia kompliti diri dengan bacaan bermanfaat, les, kursus di sela waktu luangnya, ikut terlibat dalam aktivitas sosial, kegiatan
kepemudaan, remaja mesjid atau beberapa club olahraga yang bermanfaat.
6. Bisa mengingatkan orangtuanya.
Sejatinya orangtualah yang butuh mengingatkan anak agar selalu ada di jalan yang benar. Tetapi orang tua juga manusia umum yang penuh kekurangan serta kesalahan. Anak yang baik akan mengingatkan orangtuanya apabila cenderung lakukan dosa/maksiat dengan langkah yang ma'ruf. Hal itu dikerjakan cuma karena rasa cintanya pada mereka serta tidak mau mereka terus-menerus lakukan maksiat serta jadi penghuni neraka nanti.
7. Selalu minta doa serta restunya.
Apa pun yang akan di lakukannya, sejak dari kecil bahkan juga setelah dewasa, sukses serta sudah berkeluarga kebiasaan memohon doa restu orangtuanya tak pernah dilupakannya. Karena dia mengerti restu orang-tua yakni ticket untuk mempercepat serta mempermudah rezekinya. Selalu melibatkan orang-tua dalam masing-masing ketentuan utama yang akan dibuatnya. Sebelum akan ujian, akan mendaftar ke sekolah yang lebih tinggi, pilih calon pendamping, akan menikah, akan memulai usaha dan sebagainya.
8. Tak pernah lupa mendoakan orangtuanya.
Anak yang saleh tak pernah lupa memasukkan orang tuanya dalam masing-masing doa-doanya. Dia ingin Allah melindungi, mengasihi, berikanlah kemampuan, kesehatan pada mereka seperti yang dikerjakan orangtuanya saat dirinya kecil. Dia memohon agar Allah membuat perlindungan hatinya untuk tetaplah senantiasa berbuat baik pada keduanya. (baca : mainan apa yang paling baik untuk anak?)
9. Selalu menceriakan hati orangtuanya.
Anak-anak yakni rezeki serta keceriaan hati orangtuanya. Anak yang senantiasa mengasyikkan serta menceriakan hati orang-tua, senantiasa buat bangga mereka yakni anak yang membawa rezeki. Anak ini demikian membuat perlindungan nama baik dirinya, orang-tua serta keluarga besarnya. Prestasi serta ukiran nama baik jadi tolak ukurnya. Tidaklah anak yang memancing rasa susah, kebimbangan, rasa sedih, ratapan, umpatan bahkan keluarnya sumpah orang-tua padanya. (baca : mengapa berbakti pada ibu melipatgandakan rezeki?
Itu 9 ciri anak yang membawa rezeki buat orangtuanya. Anak itu karunia dan rezeki Ilahi, diberikan pada beberapa orang yang terpercaya untuk jadi orang-tua. Tidak beberapa orang diberi rezeki ini bukan?
Memiliki anak saleh serta membawa rezeki itu harus diusahakan.
Dari mulai system pembuatanya yang memasukkan Allah di dalamnya. Pengucapan bismillah saat kerjakan hubungan suami isteri serta doa yang dipanjatkan padaNya agar apabila hubungan itu membuahkan janin, akan diiringi rahmatNya.
System kelahiran, membesarkan serta mendidiknya dengan pengetahuan agama serta pengetahuan yang bermanfaat.
Senantiasa memonitor pergantian anak, menggiring ke jalan yang benar serta menariknya selekasnya bila tercebur dalam kemaksiatan. (baca : bagaimana jadi orang-tua hebat?)
Senantiasa ada saat anak membutuhkannya. Hingga setelah tua nantinya anak akan senantiasa ada juga untuk dirinya.
Mendidik dengan pujian serta penghargaan serta meminimalisir hukuman. (baca : apabila kerjakan ini bermakna anda kerjakan kekerasan pada anak)
Menjadikan diri teladan terpuji buat anak.
Tak usahlah menyebut-nyebut kebaikan serta service pada anak. Karena itu sudah harusnya serta jadi tanggung jawab orang-tua. (baca : apakah anak berutang karena telah di besarkan orangtuanya?)
Berusaha membuat perlindungan anak dari efek luar yang membahayakan. (baca : tips sederhana mengajarkan anak membuat perlindungan dirinya).
Berikanlah apa yang terbaik untuk tumbuh kembangnya. ASI mulai sejak lahir sampai 2 tahun, makanan bergizi, merangsang kreativitasnya serta sosialisasinya.
Apabila menginginkan memiliki anak saleh serta membawa rezeki, awalilah dari diri anda terlebih dulu. Jadilah manusia saleh-salehah yang akan jadi contoh serta teladan untuk mahluk kecil yang murni jiwanya itu. Saat kecil anak hanya sekali, menjadikan waktu itu terindah baginya.
Wallahu alam
