Apabila sains modern baru temukan sekitaran tiga tahun lalu berkaitan bahaya mencabut uban, jadi Agama Islam telah melarang umatnya sejak mulai 1400 tahun lalu agar tak mencabut rambut putih ini.
Timbulnya uban sering buat tak nyaman sampai menginginkan selekasnya mencabut atau ubah warnanya dengan warna lain. Banyak pula yang mencabut uban dengan alasan agar terlihat masih muda.
Uban yaitu rambut yang beralih warna dari hitam jadi putih dan dikira sebagai sebagai konsekwensi dari usia tua. Dulu, uban hanya terlihat untuk mereka yang sudah lanjut usia, namun sekarang ini orang yang masih berusia muda bahkan masih anak-anak ada yang rambutnya sudah beruban. Hal semacam ini disebabkan aspek genetis ataupun konsumsi nutrisi dari makanan yang diperolehnya.
Timbulnya uban sering bikin tidak nyaman sampai inginkan selekasnya mencabut atau ganti warnanya dengan warna lain. Banyak pula yang mencabut uban dengan alasan agar tampak tetaplah muda.
Nyatanya kesibukan mencabut uban dilarang dalam dunia medis. Menurut laporan terbaru dari Livescience. com, rambut abu-abu yang lalu memutih ini bisa jadi tanda yang baik sehat. Studi ini dikerjakan oleh peneliti dari Museo Museo Nacional de Ciencias Naturales di Spanyol, Ismael Galvan pada tahun 2012 lalu.
Dalam studinya Ismael Galvan sudah dapatkan bila orang yang memiliki uban jadi panjang umur dan sehat. Uban terlihat karena menyusutnya kandungan melanin yang disebut aspek terutama yang meyakinkan warna kulit dan rambut seorang. Biasanya melanin akan buat kulit dan rambut tubuh jadi gelap. Apabila melanin berkurang, ini tandanya bila tubuh sehat dan kulit jadi normal.
Ismael Galvan memberi, mencabut uban beresiko untuk kepala karena akan menyebabkan rusaknya kondisi folikel, akar rambut dan saraf-saraf kepala. Dengan mencabut uban menyebabkan jumlah rambut akan menipis lalu uban akan terlihat makin banyak walaupun jumlahnya sama. Selain itu, rusaknya folikel akan memiliki resiko pada kesehatan selaput kepala.
“Jauh dari tanda terkait penuaan, uban memberi tanda-tanda kondisi yang baik, ” ungkap Ismael Galvan
Sudah dilarang sejak mulai 1400 tahun silam
Apabila sains modern baru dapatkan sekitaran tiga tahun lalu terkait bahaya mencabut uban, jadi Agama Islam telah melarang umatnya sejak mulai 1400 th. lalu agar tidak mencabut rambut putih ini. Melalui Nabi Muhammad SAW, Allah memerintahkan agar tidak mencabut uban dengan alasan keimanan. Namun kenyataannya, tidak terus menerus permasalahan iman, Allah memiliki alasan medis sendiri pada larangan ini.
Muhammad bin Hibban At Tamimi rahimahullah, yang lebih dikenal dengan Ibnu Hibban, dalam kitab Shahihnya menyampaikan kajian “Hadits yang menceritakan bila Allah akan mencatat kebaikan dan menghapuskan kesalahan serta akan meninggikan derajat seorang muslim karena uban yang dia jaga di dunia. ”
Selain itu, Ibnu Hibban membawakan hadits itu. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah mencabut uban karena uban yakni cahaya pada hari kiamat nantinya. Siapa saja yang beruban dalam Islam walau sehelai, jadi dengan uban itu akan dicatat baginya satu kebaikan, dengan uban itu akan dihapuskan satu kesalahan, juga dengannya akan ditinggikan satu derajat, ” (HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengemukakan bila sanad hadits ini hasan).
Penelitian yang umumnya ditangani oleh non muslim kerapkali jadi penguat pada kebenaran Islam. Pengetahuan ini didapat Nabi Muhammad saat zaman masih tetap demikian jauh dari sains dan teknologi. Dimana perintah dan larangan yang Ia berikanlah, hanya ditangani oleh umatnya sebagai bentuk ketaatan atas keimanan pada Allah SWT. Namun kenyataannya, perintah dan larangannya memang mengandung pengetahuan yg tak dipikirkan lebih dahulu. Subhanallah....
