expr:class='data:blog.pageType'>

MULAI SEKARANG..TOLONG JAGA PERASAAN IBUMU! DI BENTAK ITU LEBIH SAKIT DARI MELAHIRKAN NAK... TOLONG SEBARKAN


Ibu, masakin air bu. Saya ingin mandi pakai air hangat, ” seorang anak memohon ibunya menyiapkan air hangat untuk mandinya. 

Sang ibu dengan ikhlas melakukan apa yang diperintah oleh sang anak. 
jangan-bentak-ibumu 

Dengan nada lembut ibunya menyahut, “Iya, tunggu sebentar ya, sayang! ” 

“Jangan terlalu lama ya Bu! Soalnya saya ada janji sama topik,. ” tutur sang anak. 
Tak lama kemudian sang ibu sudah selesai mempersiapkan air hangat untuk buah hatinya. 

“Nak, air hangatnya sudah siap, ” ibu ini memberi tahu. 

“Lama sekali sih, Bu…” sang anak sedikit membentak. 

Setelah selesai mandi dan gunakan baju rapi, sang anak berpamitan pada ibunya, “Bu, saya keluar dulu ya, ingin jalan-jalan sama teman. ” 

“Mau kemana nak? ” bertanya sang ibu. 

“Kan sudah saya katakan, saya ingin keluar jalan-jalan sama teman, ” kata sang anak sambil mengerutkan dahi. 

Malam harinya, sang anak pulang dari jalan-jalan, sesampainya di rumah ia merasa jengkel karena ibunya tak ada di rumah. Padahal perutnya sangat lapar, di meja makan tidak ada makanan apa pun. 

Lebih dari satu waktu itu, ibunya datang sambil mengatakan salam, “Assalamu’ alaik­­um.. Nak, anda sudah pulang? Sudah dari tadi? ” 

“Hah, ibu dari mana saja. Saya itu lapar, ingin makan tak ada makanan di meja makan. Harusnya bila ibu ingin keluar ini masak dulu…” kata si anak dengan nada sangat lantang. 

Sang ibu coba menuturkan sambil memegang tangan anaknya, “Begini sayang, anda jangan sampai geram dulu. Ibu tadi keluar bukanlah untuk masalah yg tak penting, kamu belum tahukan bila istrinya Pak Rahman meninggal? ” 

“Meninggal? Padahal tidak sakit apa- apa kan, Bu? ” sang anak sedikit kaget, nada suaranya juga tak tinggi lagi. 

“Dia meninggal waktu Maghrib tadi. Dia meninggal dunia waktu melahirkan anaknya. Anda harus juga tahu nak, seorang ibu ini bertaruh nyawa saat m3l4hirkan anaknya, ” ibu memberi penjelasan. 

Hati sang anak mulai terketuk, dengan nada lirih ia ajukan pertanyaan pada ibunya, “Itu berarti, ibu saat m3l4hirkanku juga demikian? Ibu juga rasakan sakit yang luar biasa juga? ” 

“Iya anakku. Saat ini ibu harus berjuang menahan rasa sakit yang luar biasa. Tetapi, ada yang lebih sakit dari pada hanya m3l4hirkanmu, nak, ” sang ibu menjawab. 

“Apa ini, Bu? ” sang anak ingin tahu apa yang melebihi rasa sakit ibunya saat melahirkan dia. 

Sang ibu tidak bisa menahan air mata yang mengalir dari tiap-tiap sudut matanya seraya berkata, 

“Rasa sakit saat ibu melahirkanmu ini tak seberapa, jika di banding dengan rasa sakit yang ibu rasakan saat dirimu membentak ibu dengan nada lantang, saat kau menyakiti hati ibu, Nak. ” 

Si anak segera menangis serta memohon ampun atas apa yang sudah diperbuat selama ini pada ibunya. 

Masih tetap beranikah anda membentak ibumu yang sudah mempertaruhkan hidup matinya melahirkan anda?
Share on Google Plus

About Vh