expr:class='data:blog.pageType'>

Allahumma Mindhalik Ternyata !! orang yang bakhil (kikir) itu jauh dari Allah, jauh dari manusia, jauh dari surga serta dekat juga pada neraka” (HR. At-Tirmidzi) .Mudah -mudahan kita bukan golongan seperti itu .


KALKULASI jadi warna sendiri di tiap-tiap investasi. Istilahnya, gue dapat apa apabila gue ngasih lu dana? Mengungkung diri bersamaan sebagian monitor gerakan jual beli saham. Iming-iming tingkatan sebagian uang dari tiap-tiap keuntungan perusahaan jadi kepercayaan sebagian investor untuk menanamkan modal. Dari yang “baru kenalan” dengan saham atau bahkan orang yang “sudah menikahi” saham di buat mabuk kepayang. 

Ironis, beberapa orang jadi korban penipuan atas investasi bodong yang tidak jelas asal-usulnya. Kekayaan dieksploitasi besar-besaran untuk maksud melipatgandakan, namun selesai sesenggukkan. Tak peduli dari pinjam sana-sini. Toh, slogan mereka tetaplah sama, “asal besar balik modalnya, tak permasalahan nyediain uang berapakah saja”. 

Terkadang manusia lupa pada resiko yang bisa diterima setiap saat, seperti kerugian akibat penurunan nilai investasi dan kebangkrutan yang dapat meneror hilangnya uang yang dimasukkan. Tujuan pada deretan angka sering melenakan rasional. 

Berbeda waktu investasi bukanlah atas nama dunia. Tentu, kerugian tidak pernah menegur. Sayang, invetsasi ini sering diabaikan, malas di lihat, bahkan memicingkan mata karena sangat terpaksa. Yaitu investasi akhirat (red : sedekah dan infaq) . 

Terlihat jelas bukti sebagian orang yang rakus akan kekayaan. Mengapa? Karena manusia lebih gemari fast return (instan dalam keterwujudan) di banding satu hal hal dari Invisible hand (miliki Tuhan) . Walaupun sebenarnya itu begitu baik buat mereka. 

Sungguh, investasi akhirat tidak akan pernah tak untung. “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan untuk siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas, Maha Tahu. ” (Qs. Al-Baqarah : 261) 

Banyak bukan? Lalu apa yang menahan langkah kakimu untuk bersedekah di jalan-Nya, wahai anak Adam? Mari bermuhasabah diri dengan firman yang satu ini, “Dan jangan sampai sekali-kali sebagian orang yang kikir dengan apa yang Diberikan Allah pada mereka dari karunia-Nya, menduga bila (kikir) itu baik buat mereka, walaupun sebenarnya (kikir) itu buruk buat mereka. Apa (harta) yag mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada hari kiamat. Miliki Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Maha Cermat pada apa yang anda lakukan (Qs. Ali Imran : 180) . 

Anak Adam, harta yang kita dapatkan hanya titipan untuk modal berbagi kebaikan. Sikap kikir, tamak, dan pelit sangat berlebihan untuk mengekang harta yang istilahnya tidaklah miliki kita dengan cara utuh. Ingat, semua hanya titipan yang nantinya Yang memiliki memohon pertanggungjawaban. 

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Dan beberapa orang yang bakhil (kikir) itu jauh dari Allah, jauh dari manusia, jauh dari surga dan dekat juga pada neraka” (HR. At-Tirmidzi) . 

Naudzubillah, yuk investasi akhirat, agar Allah selalu dekat dan mencurahkan rahmat. Landasi dengan sikap ikhlas agar bermanfaat, sebab keikhlasanmu jadi sayap-sayap kehalalan untuk mereka dan pahala untukmu juga. 
Share on Google Plus

About Vh