Milisi Kristen Republik Afrika Tengah kembali membantai dan memutilasi tiga pemuda Muslim di ibukota Bangui. Pembantaian kesempatan ini berlangsung waktu sebagian pemuda itu akan ikuti pertandingan sepak bola persahabatan pada ke-2 agama, Islam dan Kristen, seperti diterangkan penyelenggara pertandingan dan juru bicara komune Muslim di negara itu.
“Kemaluan mereka dipotong dan hatinya telah diambil, ” kata juru bicara komune Muslim, Ousmane Abakar, pada kantor berita Reuters, Ahad (25/05).
Ousmane mengemukakan, sebagian warga telah memindahkan jasad sebagian pemuda yang datang dari tempat beberapa besar Muslim itu satu masjid di ibukota. Namun usia mereka belum di ketahui.
Setelah peristiwa itu, pemuda-pemuda di PK5 yang sebagian besar Muslim memblokade jalan paling utama sebagai bentuk protes.
Pertandingan sepak bola pada pemuda Muslim dan Kristen diselenggarakan sebagai segi dari usaha untuk merajut perdamaian di antara mereka. Seperti di kenali, hingga saat ini berjalan kemelut pada pejuang Muslim Seleka dengan milisi Kristen Anti Balaka dalam perebutan kekuasaan.
Sebatien Wenezoui, koordinator milisi Anti-Balaka, mengutuk serangan itu dan mengemukakan 10 pemuda telah diculik dalam momen yang ditangani oleh faksi group dari tempat Boy-Rabe.
“Kami tak memahami di mana yang lain, ” kata Wenezoui. “Kami demikian mengutuk tindakan ini. Sebentar kita tengah bekerja menuju perdamaian, yang lain uterus membunuh, ” tuturnya.
Lazare Djader, ketua Collectif Urgence 236, asosiasi yang bertugas mendamaikan beberapa orang, mengemukakan pekerjaan berbulan-bulan untuk mempersatukan sebagian pemuda telah peroleh pukulan hebat.
“Karena pembunuhan ini, semangat saya jadi nol. Usaha selama beberapa bln. hilang. Saya berupaya untuk menentramkan umumnya orang, tetapi mereka semua begitu geram saat ini, ” kata Djader. Dia memberi bila seorang non Muslim juga diketahui terbunuh.
Seleka dipaksa melepas kekuasaan atas tekanan dunia internasional pada bln. Januari. Dan sejak mulai itu milisi Kristen yang dikenal sebagai anti-Balaka telah lakukan pembantaian luas pada kelompok Muslimin.
Semakin lebih 2. 000 orang tewas dalam konflik di Republik Afrika Tengah. Dan satu juta masyarakat sangat terpaksa mengungsi dari rumah mereka walaupun telah ada pasukan penjaga perdamaian dari Afrika, Uni Eropa dan dari Prancis. (Imam/kiblat)
sumber : http://www.sehatitumahal.com/
